BAGIAN KEDUA

Delapan

Langit begitu cerah tiupan angin terasa begitu sejuk seorang pria muda duduk diantara pepohonan yang rindang di taman Monas tempat pertemuan .
"Aku kira percuma mencari hal yang tidak mungkin aku temukan". Gumamnya sambil menatap langit yang biru.
"Hey... kak Agung, sedang apa tiduran di sini?". Tanya gadis cantik itu dengan tiba-tiba duduk di samping Agung.
"Pasti memikirkan aku". Lanjut
"Eh.. siapa kamu ?". Tanya Agung sembari bangun dan memperhatikan paras gadis yang cantik khas timur tengah.
"Aku saudaranya kak Aqila sebenarnya diutus untuk menemui kak Agung di sini sejak 5 hari yang lalu untuk mengirim surat ini". Jelas gadis tersebut lalu memberikan surat.
"Lalu kenapa dia tidak kesini ?". Tanya Agung sambil menerima suratnya.
"Entahlah". Lalu gadis itu berdiri dan meninggalkan Agung.
"Tunggu..!!".
Agung pun ikut beranjak dan menyusul gadis tersebut tapi sayang, gadis itu menghilang di kerumunan, akhirnya Agung pun pulang.

SEMBILAN

Keesokan harinya suasana begitu panas tidak ada angin yang bertiup sehingga pagi itu terasa setidak begitu bersahabat pikir Agung.
Agung duduk di tempat biasa dengan melihat ujung Monas ia memikirkan surat yang kemaren,