1498336994503.jpg

Judul : Penyesalan!!!
Penulis : Yoshihiko
Konten : Remaja(12+)
Genre : young adult

Hari ini adalah hari kemenangan setelah kita melakukan peperangan yang begitu sulit yaitu memerangi hawa nafsu, betul sekali malam ini adalah malam takbir, dimana-mana banyak yang mengumandangkan takbir bahkan tidak sedikit pula yang melakukan dengan keliling.

Malam ini begitu sedih yang kurasakan tangisan batin yang menyayat hati tak akan terobati oleh miras yang ku genggam bahkan narkotika yang sering ku pakai, malam ini aku memakai jenis narkotika yang bernama kokain, biasa setelah aku menghisap beberapa kali terasa melayang-layang tapi kali ini rasa itu hilang bahkan malam ini aku sudah memakai sekitar 70gram tapi perasaan ini bahkan melayang hingga ke masalalu, tepatnya 7tahun lamanya aku yang hidup sebatangkara di dunia tanpa memiliki keluarga, aku yang juga bekerja di salah satu bar kota besar Semarang ini sangat bersyukur karena dengan pekerjaan sambilanku itu aku bisa meraup uang lebih hasil tips, dan di siang hari aku yang memiliki kios jus di emperan retail juga menambah pemasukan bahkan selepas lebaran aku akan membuka lagi cabang yang ke-6.

Sungguh bahagianya Tuhan kini kau berikan aku harta yang berlimpah gumamku sambil menatap kosong ke ata-atap langit kamar yang berwarna biru langit itu, tatapanku begitu jauh bahkan menembus ke masa lalu dimana saat itu sangatlah indah.

***masa kecil***

Aku terlahir di kota Semarang 25 tahun yang lalu, kudengar dari ibuku yang bercerita waktu aku kecil, waktu itu adalah waktu yang sangat di nantikan oleh kedua orang tuaku, walaupun waktu itu ibuku saat mengandungku sudah memiliki 3 buah hati yang pertama kelas 4 sd, yang kedua kelas 2 sd, yang ketiga baru umur 5 tahun, tapi sayang mereka adalah cewek semua, sehingga ibuku waktu itu sangat mengharapkan buah hatinya kali ini harus cowok.

Doa yang senantiasa di lakukan saat mengandungku adalah sebuah harapan dan doa yang dikabulkan Tuhan, Tuhan sangat baik sehingga ia mengabulkan harapan atas doa ibuku, aku terlahir sempurna dan waktu itu begitu bahagiannya kedua orangtuaku yang menantikan buah hati.

Ku ingat semua cerita ibuku waktu itu, mereka, kedua orang tuaku sangat bahagia, kebahagian yang luar biasa pada waktu itu yang tidak bisa digambarkan.

***

Aku masih menatap langit kamarku entah setelah meneguk beberapa botol miras dan kokain aku hari itu tidak merasakan apapun sehingga kesadaranku masih normal, kini aku mulai duduk di pinggiran tempat tidur sambil menggayuh botol di meja kamar yang tidak jauh dari tempat tidurku, aku ingin meneguk beberapa botol lagi tapi kali ini aku lebih tertarik memperhatikan label merek yang berada di botol yang bertuliskan 'BINT*NG' kuperhatikan begitu dalam hingga perhatianku sedikit buyar ketika kudengar dari jendela lantai atas kamarku yang sangat samar, dengan sedikit langkah gentoyongan aku mulai bangkit dan menuju ke arah jendela kubuka lebar gorden dan jendela sehingga tatapanku begitu lepas kearea komplek perumahan.

Allahu akbar... Allahu akbar... Laaillahaillahu Allahu akbar Suara itu begitu jelas menembus ketelingaku ku tatap pandanganku kearah gerombolan anak kecil yang memakai polong bekas cat, kentongan, drum dan masih banyak lagi, dengan obor di tangan masing-masing tatapanku begitu jelas hingga tak terasa air mata ini bergulir sehingga membasahi pipiku, Tuhan, Aku sangat iri pada mereka, tolong kembalikan aku ke masalalu!!! Teriaku kecil begitupun di sertai derai air mata yang mengalir begitu deras.

******

Waktu itu 20tahun lamanya tepatnya waktu aku berumur 5tahun, ingatanku sangat kuat sehingga aku tahu bahwa waktu itu adalah moment paling bahagia yang kurasakan.

Tepatnya siang sebelum takbir kuingat kami anak - anak rt 1 berkumpul bersama dan mempersiapkan bahan-bahan untuk melakukan takbir keliling nanti malam, kuperhatikan ayahku yang selalu membantu saat kesulitan membuat kentongan, mungkin karena aku masih kecil sehingga sangat kesulitan untuk membuat hal yang sangat rumit itu.

Siang berganti malam, sidang isbat memutuskan besok adalah hari raya idul fitri sehingga malam ini sangat ramai, semua penghuni komplek ku pada waktu itu menghidupkan kembang api yang begitu indah di langit pandanganku kearah kembang api yang menyala terang secara bergantian, kebahagian ini tak terhitung dan tidak bisa di beli dengan apapun.

"Yah?".
"Boleh ikut takbir keliling?".
"Tidak usah repot-repot nak, nanti juga lewat depan rumah kita".
"Tapi yah, tadi siang juga ikut buat peralatan takbirnya, masak tidak ikut menikmati hasilku".
"Bukan begitu, kan kak Lika, kak Olive, kak Lala, juga dirumah tidak ikut takbir keliling".
"Tapi yah ...."

Waktu itu begitu kecewa mendalam saat ayahku tak mengijinkanku ikut takbir keliling, tapi disisi lain benar juga kakak-kakakku tidak ikut jadi ayahku tidak kwatir tentang buah hatinya yang keluar pada malam itu.

Bersambung...

Cerita ini hanyalah fiktif dan khayalan author, untuk end cerita nanti akan di berikan beberapa pesan moral.
Open kritik dan saran.
Silahkan kasih komentar anda untuk cerbung ini, semoga kalian masih menunggu cerita lanjutnya.

T E R I M A K A S I H