Judul : Menembus ruang dan waktu
Penulis : Yoshihiko ( panggilan baru ane )
Genre : Fantasy
Seluruh isi adalah hak cipta ©mediaku.ml
Peringatan !!! Konten mengandung isi dewasa 18+
Jika di bawah umur silahkan tinggalkan halaman ini

1496824143604.jpg

"Maafkan aku Ken, aku harus pergi" nada terdengar begitu lirih di ucapkan Yui yang berada di hadapanku, aku pun melihat Yui dengan mata yang berbinar-binar seraya berlari dari hadapanku.

Krriiinggg... kriiinggg...
Suara alarm begitu begitu jelas terdengar dan mengagetkanku sontak aku pun langsung berdiri dari tempat tidur.
anjrriit mimpi yui lagi, umpatanku terdengar dalam kamar yang hanya berukuran 4x6 meter itu terasa keras.
"Ken .. sudah bangun ya, nanti masuk siangkan sekolanya?" teriakan ibu yang terdengar dari balik pintu kamarku.
"iya bu, kenapa?" aku pun keluar dari kamarku "sudah ada sarapan belum bu, udah laper nih" lanjut ku sembari membuka tudung saji di dapur.
"Ibu hari ini gak masak, karena itu ibu minta tolong anterin ke pasar" ujar ibu ku "sana mandi dulu biar cepet kepasar nanti bisa cepet sarapan juga" lanjut ibu ku
baik bu, gumam ku entah ibu denger atau gak, aku tidak memperdulika langsung dengan seketika aku masuk ke kamatlr mandi untuk mandi.

**
"buuu... cepet keburu siang nanti aku mau sekolah." teriak ku yang sudah men started motor matik. "iya bentar ken" ibu pun keluar dengan sedikit tergesa - gesa. dalam perjalanan tanpa ada sepatah kata pun terucap dari ku begitupun ibu ku yang sedang menikmati perjalan.
Sesampai di pasar pun aku tak ikut masuk karena males dengan suasana yang ramai.
Beneran kamu disini ?" "iya bu" "yaudah tunggu disini jangan kemana - mana"
Sambil menunggu ibu yang belanja aku pun melangkah menuju penjual es dawet yang kebetulan mangkal di dekat parkiran.
Bang, es nya satu minum sini ya, ucapku pada pak tua penjual es dawet, dengan cepat kilat ia pun meracik es dan hanya hitungan detik sudah ada di depan mataku.
"monggo mas es nya " dengan ucapan santun yang ku tau itu bahasa jawa, maklum aku lahir di Jakarta jadi hanya bisa bahasa indonesia kalau ibu ku sih pasti tau, dia kan asli orang jawa yang mendapat kan ayahku orang Bandung dan sekarang tinggal di Jakarta.
Kini aku pun dengan segera melahap tiap sendok es tersebut kulihat ada cincau, cendol dan putih - putih seperti biji salak entah itu apa namanya aku tak tau tapi aku menyukainya.

"Ken ?"
"Emmm" aku pun menoleh ke arah suara itu dengan mulut yang masih terisi sendok, kulihat dari tumit yang putih bersih, betis sangat mulus , paha yang kecil tertutup celana pendek, pinggul yang sangat berbody bohay,hingga payudara yang indah membusung hingga pandandanganku terhenti di wajah yang putih bersih tanpa noda setitik pun senyumannya yang sangat manis melebihi artis film dewasa Mia Khalifa.
"Yui..?" ucapku dengan nada pelan dan menyingkirkan sendok yang tadi masih tertancap di mulut
"Iya ken apa kabarnya, lama kita ya tak bertemu lagi setelah kejadian itu" ujar Yui sembari menempelkan pipinya pada pipiku, aku yang masih memperhatikan wajah nya seperti bidadari itu tidak bisa berkata - kata.
Ucapan Yui tentang kejadian itu sontak membuat diriku tertarik ke blackhole melewati lorong dan waktu hingga menembus ke dimensi masa lalu.

Bersambung...
Tolong komentarnya , jika bagus akan saya lanjut bagian ke dua sedangkan kalo jelek saya berhenti sampai bagian ini (Gantung).