Pemberitahuan
Maaf di bagian pertama sepertinya sedikit mengecewakan, saya membaca ulang pun juga sama , maka dari itu saya post bagian kedua
Satu lagi, RALAT untuk genre saya tambahin

Judul : Menembus ruang dan waktu
Penulis : Yoshihiko ( panggilan baru ane )
Genre : Fantasy, Mistery, Romance, 18+
Seluruh isi adalah hak cipta ©mediaku.ml
Peringatan !!! Konten mengandung isi dewasa 18+
Jika di bawah umur silahkan tinggalkan halaman ini

1496824143604.jpg

***
"Ken aku cinta kamu" dengan berani Yui mengucapan nya di depan kelas waktu itu.

"...."

"Aku ingin jadi pacarmu" Yui pun melanjutkan ucapannya karena aku hanya terdiam seribu bahasa, pagi ini adalah kejadian yang luar biasa hingga membuat semua teman - temanku terkejut sontak anak kelas lain yang mendengar ucapan Yui yang begitu keras pun kini bergerombol melihat dari jendela dan depan pintu kelasku maklum waktu itu adalah kelas metting jadi semua anak pada bebas begitu pun aku yang tak mengikuti satu pun kelas metting
Kini aku yang masih tidak percaya pun hanya terdiam dengan mulut menganga seraya melihat langkah Yui yang meliak - liuknya bak model yang sedang berjalan di atas panggung, yang kini mulai mendekatiku.

"...."

aku tetap terdiam dengan sejuta kata hanya bisa melihatnya, wajah yang cantik , tubuh yang padat berisi, postur sangat indah seperti bidadari turun dari surga. Tuhan.. apakah ini mimpi? pikirku dalam hati.

"Ken.." ucapannya begitu lembut dan menghayat hati, aku yang terduduk di bangku paling belalang masih tak percaya hanya melihatnya lalu mengambil keputusan sebagai seorang pria.

"Sepulang sekolah aku tunggu di sini" karena suasana yang begitu rame dan banyak yang melihat jadi aku enggan jadi tontonan mereka, jadi akhirnya aku hanya membisikan kata itu pada Yui dan mengambil seribu langkah untuk pergi ke toilet.

"Yaahhhhh..." ku dengar suara penonton yang kecewa karena tingkahku yang begitu egois meninggalkan orang yang sedang mengungkapkan hatinya tapi malah pergi gitu aja.

Kenapa ?. Kenapa dengan dia !!! Bukannya kami sudah berteman lama ? Bukannya dia adalah teman pertamaku? Pikiran ku melayang jauh kemasalalu, Kini aku memutar kran di toilet sekolah sembari membasuhkan muka yang begitu kumal dengan hari ini yang masih tak percaya akan Yui senekat itu.

Sejujurnya aku juga sayang kamu, Yui , tapi... perkataanku terhenti dengan jatuhnya tetesan air mata, pikiranku kini yang melayang - layang ke masa lalu membuat wajah yang tampan ini jadi awut - awutan, aku pun kembali membasuhkan wajaku yang tampan ini hingga tak terhitung beberapa kali aku membasuhnya sehingga terlihat dari kaca bagian atas seragam putihku yang sedikit basah.

"Ken..."
Suara itu sepertinya...Aku yang masih membasuh muka pun menghentikan aktifitas itu dan menoleh dan mendekati Key yang berada di muka pintu toilet.

**PLAAAKK**
Tamparan itu melayang kepipi hingga merubah merah padam kulit ku yang emang mempunyai kulit putih dengan wajah ke jepang - jepangan sehingga sangat jelas bekas tamparan Key.

"Apa yang kamu lakuin pada Yui, bukannya dulu pernah berjanji padaku kalo kamu boleh berteman dengan dia tapi jangan pernah membuat dia meangis satu kali pun, tapi...." Key pun menjelaskan dengan perkataannya tapi dengan nada yang rendah dan perkataannya menggantung membuatku sedikit kesal, kulihat air matanya pun bergulir di pipi nya.

"Kenapa..." aku yang masih mengusap pipiku bekas tamparan nya hanya berkata itu.
Bukan itu, yang seharusnya keluar dari mulutku, seharusny aku minta maaf Batinku mulai berbicara. iya , seharusnya aku minta maaf pikiranku pun meng-iyakan batinku.

"Kenapa ? Seharusnya akulah yang bertanya itu ?!!" tiba - tiba Key berlari dengan air mata berjatuhan seperti hujan.
Aku pun mencoba mengejarnya dengan masih dengan posisi tangan mengusap - usap pipi bekas tamparan key.

Key berhenti di kelas dan terduduk di menunduk di meja guru dalam kelas, aku melihat di kelas ada Ferry sedang bermain tac tic toc dengan Ivan di bawah white board sedangkan Yui mencoba menenangkan tangisan Key.
Langkah ku begitu berat untuk memasuki kelas dan meminta maaf, tapi dengan keberanian ku coba masuk, kenapa dengan langkah ini, ayo maju terus pikiranku mencoba menyelaraskan geraka yang terhenti depan whiteboard.

"Ken....!!!" teriakan Yui yang sedang di meja guru menenangkan key. Dengan cepat ia mencoba menghampiriku tapi langkahnya tersandung oleh kaki Ferry.

*Brruuukk*
"Ouuchh"
Rasanya kok kenyal-kenyal tanganku yang sedang memegang benda empuk tak bertulang entah itu apa aku tak tahu karena mataku masih memejam akibat dorongan Yui yang menimpaku.
Sekarang aku mulai membuka mata perlahan kulihat Yui terpejam dengan pipi merah merona, saat ini kulihat 'posisi Yui berada di atas tubuhku dan kulihat tanganku berada di tempat terlarang', gomen nasai Yui batinku sambil berdiri dengan tiba-tiba.

*Brruukk* Kini Yui terjatuh di lantai, kulihat Key juga berhenti menangis dam memperhatikan kami sedangkan Ferry hanya melongok di dekat kami tapi berbeda dengan Ivan yang sedang merecord dengan ponselnya aku tahu dia merekam karena lampu flash menyala.

"Tidak sopan !!!"
perkataan yui begitu keras dan mencoba bangun dari lantai.

*PLaaakkk*
tangan Yui mendarat di pipi kanan dengan keras, Tadi pipi kanan sekarang kiri protesku dalam hati serasa menahan perih di pipi kananku, aku pun dengan reflek cepat mengusap - usap pipiku.

"Jangan temui aku lagi" ucapan Yui yang bernada tinggi mengartikan kalo dia sedang marah padaku itu langsung mengabaikan ku dan mengambil tas nya untuk pulang.

***
"Ken.." suaranya begitu lembut membuyarkan ingatanku.
"Maaf aku.." aku pun menggantung perkataanku.
"Ah... Sudah lah, ohya nanti berangkat bareng ya, jemput aku di rumah"
"Baiklah..." ucapanku mengakhiri pembicaran singkat ini.

Bersambung.....