Minggu pukul 09.00 pagi

Tiinnn....tiiinn....!!! Terdengar suara klakson motor vega zr milik Pras dari luar yang tak sabar dengan janji yang dia buat.

"Ayooo Kep sudah siang ini keburu panas nanti kulitku jadi item lagi." Teriak Pras dari luar rumah Sokep.
"Baru juga ganti pakaian, ini mau kemana dulu?" Jawab Sokep.
"Beli sandal dulu terus rokok habis itu meluncur broo :) ". Ujar si Pras yang tak sabar ingin segera bertemu seseorang.
"Oke, tapi inget janji semalam lho :D ". Jawab Sokep untuk memastikan dia tidak di manfaatkan.
"Santai aja bray, aku selalu menepati janji". Sahut Pras, sambil mengecek kendaraan yang akan di gunakannya.

Pagi ini mereka mengitari toko sandal untuk membeli sandal baru, maklum Pras adalah orang cuek dan tidak modis banget, Pras pun memilah milah mana yang cocok dengan kakinya lalu terpilihlah juga sandal berwarna hitam serta terlihat elegan dengan harga yang sangat terjangkau.
Setelah membayar mereka pun melanjutkan perjalanan ke warung rokok mbah kita (nantikan cerita mbah kita pahlawanku) selepas membeli sebungkus rokok yang berasal dari luar negeri mereka pun bergegas menuju tempat tujuan.

24 jam sebelum hari ini

Malam itu adalah malam minggu yang biasa anak muda lakuin hanyalah nongkrong tidak jelas sambil meminum pil atau minuman setan, tapi lain hal yang di lakuin keempat sekawan ini kehidupan mereka pada malam minggu sangatlah simpel yaitu menonton film anime, tak heran jika mereka lebih baik nongkrong di salah satu rumah mereka untuk menonton anime sampai pagi, daripada berfoya-foya serta mabuk-mabukan.Pada malam ini kebetulan tempat nongkrong mereka adalah rumah Sena, lalu Pras,Ian, dan Sokep masuk kerumah Sena seperti rumah sendiri.

"Malam ini enaknya nonton apa ya? Kebetulan stokku habis nih tinggal film gakjelas." Ujar Sena membuka pembicaraan setelah beberapa saat mereka bertiga masuk kerumahnya.

"La kan ada film lama gak papa to, yang penting enak di lihat". Jawab si Ian.
"Aku ikut aja". Sahut Pras sambil fokus menatap layar gadgetnya.
"Yaudah aku yang milih aja ya heehe". Sahut Sokep sambil memegang mouse memilah-milih film yang menurut dia bagus.

Dua puluh Lima menit lebih Sokep memilih film dan akhirnya menemukan film perubahan si buruk rupa (untuk judul aslinya saya lupa jadi nikmati aja bacanya) film ini berdurasi sekitar dua jam, menceritakan tentang tokoh utama yang buruk rupa suka sama si tampan yang cakep (endingnya pasti kalian tahu :D) dan akhirnya siburuk rupa tersebut mempercantik diri dan dan dan akhirnya mereka menikah. Dalam menonton film tersebut hanya ada satu tokoh pembantu yang menjadi pusat perhatian Pras, karena tokoh tersebut gendut seperti mantanya si Sokep.

"Kalo melihat tokoh itu aku keinget pacarmu dulu". Ujar Pras pada Sokep sambil mengejek.
"Mantan bray, mantan biarlah mantan karena itu masalalu!!!".sambil sedikit kesal Sokep menjawabnya.
"Haha... ciee masih inget, oh ya besok anter aku ya". Sambil menyimak film Pras berbicara tak jelas.
"F*ck this untuk mantan!!! Eh emang mau kemana.".jawab Sokep dengan nada yang masih sama.
"Ke Solo ingin bertemu seseorang".jawab Pras sambil senyum-senyum.
"Aku nganter tapi ada syaratnya?" Jawab Sokep sambil memberikan perjanjian.
"Syarat apa ? Makan? Rokok? Minum? Santai aja masalah itu sudah ku atur". jawab Pras sambil nada sok kayanya keluar.
"Haha tau aja :D oke besok jam 9 ya." Jawab Sokep lalu melanjutkan menonton film tersebut.

Sementara Ian dan Sena fokus di film dan tanpa menghiraukan pembicaraan kami, dan akhirnya dua jam berlalu ending yang sudah terbaca, merekapun memutuskam bermalam dirumah Sena, kebetulan hujan juga turun pada malam itu. Pagipun tiba Pras,Sokep,dan Ian bergantian kekamar mandi lalu bergegas untuk pulang kerumah masing-masing.

Sebulan sebelum hari ini

Pagi itu secerah mentari yang mengawali sebuah pertemuan antara sepasang muda-mudi yang masih labil dalam urusan cinta.

"Pras, punya BBM atau Whatsappnya sokep ?" obrolan salah satu media sosial Sena kepada Pras.
"Bukannya hape dia masih java ? Paling kalo hubungi lewat facebook" Balas Pras.
"Oke, makasih bray." sambil Menutup obrolan.
Dengang segera Sena pun membuka facebooknya dan mencari temannya yang di maksud di obrolan.
"Pas banget lagi online." Sambil mengoceh sendiri.

"Eh kep punya BBM atau Whatsapp?" Tanya Sena melalui obrolan facebook.
"Wah gak punya Sen, kalo mau hubungi aku lewat sini aja atau aplikasi "Frim" kayaknya di android ada soalnya hapeku masih java" jawab Sokep sembari menjelaskan tentang gadgetnya yang masih butut.
"Aplikasi apa itu "Frim"? " tanya Sena.
"Aplikasi seperti medsos lainnya tapi keunggulannya bisa mencari pacar." jawab Sokep menjelaskan aplikasi tersebut dengan sedikit candaan.
"Benerkan bisa cari pacar? Yaudah tak downlod dulu". Sambil menutup obrolan dan meluncur ke playstore mencari aplikasi tersebut.
Kabar angin begitu cepat ku sapa engkau tapi tak di hiraukan, kupanggil engkau tapi tak menjawab, ku genggam tangan kau lalu engkau lepaskan.(hanya tulisan tidak masuk cerita abaikan saja)
Semenjak Sena memakai "frim" dia pun memberitahu pada teman-teman lain dan akhirnya kamipun bisa berinteraksi lagi dengan mudah, maklum mereka semua bekerja di luar kota dan hanya sabtu, minggu bisa berkumpul.
Malam itu Pras masih mengotak-atik aplikasi baru yang di beritahu Sena tadi siang, akhirnya tak butuh waktu lama ia pun menguasai aplikasi tersebut dan melanjutkan ke pencarian teman, lalu dengan segera di pencarian ia filter ke mode female, sehingga ia hanya menemukan pencarian seorang wanita saja. Setelah menambahkan teman iapun memulai memberi pesan satu persatu supaya mendapat teman cewek banyak, itu yang dilakukan Pras untuk menggaet cewek lewat medsos, malam itu Praspun mencoba memejamkan mata sambil berharap dapat balasan dari salah satu cewek tersebut.

"Klinting...".bunyi notifikasi gadget Pras dari aplikasi barunya.
"Woow di balas nih, liat potonya ah". Oceh Pras sembari stalking profil cewek yang membalas pesannya.

Cewek tersebut bernama Karin dan berasal dari Solo, tak jauh dari tempat asal Pras, malam itupun mereka chatting sampai menunjukan pukul 02.00 pagi obrolan mereka hanyalah, perkenalan, saling tukar pin BBM serta nomer telepon.

Bersamsung....

Terimakasih sudah membaca,Untuk kelanjutannya akan saya post besok malam maklum aja masih amatir menulis, tolong kasih kritik dan saran supaya tulisannya enak di baca.